SIM - Surat Izin Mengemudi

Pengertian

Secara Umum Surat Izin Mengemudi / SIM adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh POLRI kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor.


Definisi menurut aturan - Surat Izin Mengemudi kendaraan bermotor adalah tanda bagi seseorang yang telah terbukti mempunyai pengetahuan dan kemampuan serta memenuhi persyaratan lain yang ditentukan atau berdasarkan perundang-undangan lalu lintas untuk mengemudikan kendaraan bermotor tertentu di jalan.
SIM - Surat Izin Mengemudi

Pengemudi kendaraan bermotor wajib memiliki SIM sesuai dengan golongannya :
  1. SIM Golongan A : Untuk mengemudikan mobil penumpang, dan mobil barang perseorangan yang mempunyai jumlah berat yang diperbolehkan tidak lebih dari 3500 kilogram.
  2. SIM Golongan B I : Untuk mengemudikan mobil bus dan mobil barang yang mempunyai jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kilogram.
  3. SIM Golongan B II : Untuk mengemudikan tractor atau kendaraan bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau kereta gandegan lebih dari 1000 kilogram.
  4. SIM Golongan C : Untuk mengemudikan sepeda motor yang dirancang mampu mencapai kecepatan lebih dari 40 kilometer per jam.
  5. SIM Golongan D : untuk mengemudikan kendaraan khusus bagi penyandang cacat

Fungsi Surat Izin Mengemudi 

Fungsi SIM menurut Pasal 86 UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Ankutan Jalan adalah sebagai berikut :
  1. Surat Izin Mengemudi berfungsi sebagai bukti kompetensi mengemudi
  2. Surat Izin Mengemudi berfungsi sebagai registrasi Pengemudi Kendaraan Bermotor yang memuat keterangan identitas lengkap Pengemudi. 
  3. Data pada registrasi Pengemudi dapat digunakan untuk mendukung kegiatan penyelidikan, penyidikan, dan identifikasi forensik kepolisian

Dasar hukum penerbitan SIM bagi Polri

  1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia Pasal 14 ayat (1) huruf b dan Pasal 15 ayat (2) huruf c.
  2. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Pasal 77 perihal persyaratan pengemudi)
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1993 Pasal 211 s/d 244 tentang Surat Izin Mengemudi.
  4. Peraturan Kapolri Nomor 09 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi

SIM dinyatakan tidak berlaku (PP No. 44/1993 Pasal 230) bila:

  1. Habis masa berlakunya.
  2. SIM dalam keadaan rusak sehingga tidak terbaca lagi.
  3. Digunakan oleh orang lain.
  4. Diperoleh dengan cara tidak sah.
  5. Data yang terdapat dalam SIM diubah
SIM berlaku di seluruh wilayah NKRI,dan masa berlaku selama 5 tahun. Untuk perpanjangan SIM hanya dapat dilakukan di daerah dimana SIM itu diterbitkan,karena berkaitan dengan Identitas saat SIM dibuat. Perpanjangan SIM sebelum habis waktunya tidak mengikuti ujian,namun jika sudah habis maka harus ikut ujian seperti bikin baru(pasal 28(2,3) perkap/09/2012)....

Syarat :

Untuk mendapatkan SIM ada beberapa kriteria dan tahapan yang harus dipenuhi  oleh pemohon (Warga Negara Indonesia yang mengajukan permohonan untuk diterbitkan Surat Izin Mengemudi), diantaranya adalah :

1. Pengajuan SIM Baru (PP No. 44/1993 Pasal 217 ayat (1) & UU/22/2009 pasal 81)

  1. Syarat usia :
    1. SIM A,C,D usia min 17th
    2. SIM B1 usia min 20th
    3. SIM B2 usia min 21th
  2. Mengajukan permohonan tertulis
  3. Dapat menulis dan membaca huruf latin
  4. Memiliki pengetahuan yang cukup mengenai peraturan lalu lintas jalan dan tehnik dasar kendaraan bermotor.
  5. Memiliki KTP setempat / jati diri.
  6. Memiliki keterampilan mengemudikan kendaraan bermotor.
  7. Sehat jasmani dan rohani
  8. Lulus ujian teori serta praktek I dan praktek II
  9. Telah memiliki SIM sekurang-kurangnya 12 bulan gol A bagi pemohon SIM gol B I, dan sekurang-kurangnya 12 bulan SIM B I bagi pemohon gol B II.

2. Persyaratan untuk mendapatkan SIM umum.

  1. Memiliki SIM:
    1. Golongan A untuk memperoleh A Umum
    2. Golongan A Umum/B I untuk memperoleh B I Umum
    3. Golongan B I Umum/BII untuk memperoleh BII Umum
  2. Mempunyai pengalaman mengemudi kendaraan bermotor sesuai golongan SIM yang dimilki sekurang-kurangnya 12 bulan.
  3. Memiliki pengetahuan mengenai :
    1. Pelayanan angkutan umum.
    2. Jaringan jalan dan kelas jalan.
    3. Pengujian kendaraan bermotor.
    4. Tata cara mengangkut orang dan atau barang.
  4. KTP setempat/jatidiri
  5. Lulus ujian teori serta praktek I dan praktek II
  6. Khusus untuk pemohon SIM Umum diwajibkan mengikuti ujian Klinik Pengemudi

3. Proses Pembuatan SIM:

  1. Mengisi formulir permohonan yang telah disediakan disertai dengan foto kopi KTP, diserahkan kepada petugas loket pendaftaran.
  2. Sesuai dengan nomor urut, kemudian akan dipanggil untuk mengikuti ujian teori.
  3. Bila lulus dalam ujian teori, maka berhak untuk mengikuti ujian praktek sesuai dengan jenis SIM yang dikehendaki.
  4. Apabila lulus dalam ujian praktek I dan II, maka pemohon akan dipanggil untuk produksi SIM (pemotretan).
  5. Setelah pemotretan, pemohon menunggu diruang tunggu sesuai nomor urut, kemudian akan dipanggil untuk mengambil SIM yang sudah selesai diproses.

4. Ujian Praktek :

  1. Pasal 61 Materi Ujian Praktik I, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 ayat (1) huruf a, untuk peserta uji Ranmor roda empat, meliputi:
    1. uji menjalankan Ranmor maju dan mundur pada jalur sempit;
    2. uji slalom (zig zag) maju dan mundur;
    3. uji parkir paralel dan parkir seri; dan
    4. uji mengemudikan Ranmor berhenti di tanjakan dan turunan.
  2. Pasal 62 (1) Materi Ujian Praktik I, untuk peserta uji Sepeda Motor meliputi : 
    1. uji pengereman/keseimbangan;
    2. uji slalom (zig zag);
    3. uji membentuk angka delapan;
    4. uji reaksi rem menghindar; dan
    5. uji berbalik arah membentuk huruf U (U-Turn).
    6. (2) Lebar dan panjang lapangan Ujian Praktik I untuk SIM C disesuaikan dengan besaran kapasitas silinder (cylinder capacity) dan/atau dimensi Sepeda Motor yang akan dikendarai.
  3. Pasal 63 (1) Materi Ujian Praktik I, untuk peserta uji SIM D yang setara dengan SIM A yang harus diujikan meliputi:
    1. uji menjalankan Ranmor maju dan mundur pada jalur sempit;
    2. uji parkir paralel dan parkir seri; dan
    3. uji mengemudikan Ranmor berhenti di tanjakan dan turunan.
    4. (2) Materi Ujian Praktik I untuk peserta uji SIM D yang setara dengan SIM C yang harus diujikan meliputi:
      1. uji pengereman/keseimbangan;
      2. uji slalom (zig zag); dan
      3. uji reaksi rem menghindar.
  4. Pasal 64 (1) Materi Ujian Praktik II, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 ayat (1) huruf b untuk  peserta uji SIM A, B I, dan B II yang harus diujikan meliputi:
    1. mengemudikan Ranmor dengan sempurna di jalan yang ramai, cara berbelok ke kanan dan ke kiri serta cara melewati persimpangan atau mix traffic;
    2. tetap mengemudikan Ranmor di belakang kendaraan yang sedang berjalan lambat;
    3. mendahului kendaraan lain dengan cara yang benar;
    4. berhenti di tempat yang telah ditentukan;
    5. memarkir Ranmor dengan cepat dan tepat di tempat yang benar di bagian jalan yang ramai, dan parkir sejajar dengan trotoar tanpa menyentuh tepi trotoar;
    6. memutar Ranmor di jalan yang sepi tanpa keluar dari jalur lalu lintas;
    7. ketaatan pada peraturan, rambu lalu lintas, marka jalan, dan alat pemberi isyarat lalu lintas pada waktu mengemudikan Ranmor di jalan;
    8. menjaga jarak aman pada saat mengikuti kendaraan lain;
    9. menggunakan lajur yang tepat pada saat akan mendahului dan memberi kesempatan apabila didahului kendaraan lain;
    10. menggunakan lajur, perpindahan lajur serta merubah arah pada jalan sesuai dengan etika dan ketentuan; dan
    11. melakukan pengamatan umum melalui tindakan pemindaan, pengidentifikasian, prakiraan, keputusan, dan pelaksanaan (scanning, identification, prediction, decision, and execution) pada saat menjalankan kendaraan uji.
    12. (2) Materi Ujian Praktik II, untuk SIM A Umum, B I Umum, dan B II Umum yang harus diujikan meliputi:
      1. a. semua materi Ujian Praktik II, sebagaimana ditentukan pada ayat (1);
      2. b. menaikkan dan menurunkan penumpang dan/atau barang, baik di
      3. terminal maupun di tempat tertentu lain;
      4. c. tata cara mengangkut orang dan/atau barang;
      5. d. mengisi surat muatan;
      6. e. etika Pengemudi Ranmor Umum; dan
      7. f. pengoperasian peralatan keamanan.
    13. (3) Materi Ujian Praktik II, untuk SIM C dan SIM D yang harus diujikan sama
    14. dengan materi Ujian Praktik II, sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

Perpanjangan SIM

ST/2652/XII/2015 berlaku mulai 1 Januari 2016

Perpanjangan SIM dapat dilaksanakan sebelum habis masa berlakunya dengan tenggang waktu 14 hari sebelum tanggal habis masa berlaku.

SIM yang masa berlakunya telah habis, dapat diperpanjang lagi apabila tidak melebihi batas waktu 3 bulan sejak tanggal habis masa berlakunya. Setelah lewat dari 3 bulan masa berlaku maka prosedur perpanjangan SIM sudah tidak berlaku, pemohon harus membuat SIM seperti prosedur pembuatan SIM baru,

Mutasi SIM

Untuk mutasi SIM apabila pindah kota tempat tinggal, cukup meminta keterangan dari Polres di kota asal yg menyatakan bahwa SIM hendak di mutasi, selanjutnya di Polres kota tujuan mengajukan permohonan mutasi dengan membawa KTP yang masih berlaku.

FAQ SIM

Bagaimana cara mengurus perpanjangan SIM di luar daerah penerbit SIM?

Pada dasarnya SIM tidak bisa diperpanjang diluar daerah penerbitannya, karena masih terkait data KTP


Aturan terkait lalu lintas

  • UU 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan
  • PP 32 Tahun 2011 Tentang Manajemen Dan Rekayasa, Analisis Dampak, Serta Manajemen Kebutuhan Lalu Lintas
  • PP 37 Tahun 2011 Tentang Forum Llaj
  • PP 55 Tahun 2012 Tentang Kendaraan
  • PP 80 Tahun 2012 Tentang Pemeriksaan Kendaraan Bermotor
  • Perkap 5 Tahun 2012 Tentang Registrasi dan Indentifikasi Kendaraan
  • Perkap 9 Tahun 2012 Tentang SIM+lampirannya
  • PP 50 Tahun 2010 Tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak di POLRI

0 Response to "SIM - Surat Izin Mengemudi"

Post a Comment