STNK Surat Tanda Nomor Kendaraan

Pengertian STNK

Surat Tanda Nomor Kendaraan atau disingkat STNK adalah bukti registrasi, pendaftaran, identifikasi dan pengesahan kendaraan bermotor berdasarkan identitas dan kepemilikannya yang telah didaftarkan dan berfungsi sebagai kelengkapan kendaraan bermotor ketika dikendarai di jalan raya, berisikan identitas pemilik, identitas kendaraan bermotor, nomor registrasi dan masa berlaku termasuk pengesahannya.


STNK diterbitkan oleh SAMSAT (Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap), yakni tempat pelayanan penerbitan atau pengesahan STNK oleh 3 instansi : Polri, Dinas Pendapatan Provinsi, dan PT Jasa Raharja. STNK merupakan bukti kepemilikan yang sah atas kendaraan bermotor.

STNK Surat Tanda Nomor Kendaraan

Surat Tanda Nomor Kendaraan / STNK berisi :
  • Identitas Kepemilikan  - nomor polisi, nama pemilik, alamat pemilik
  • Identitas Kendaraan Bermotor  - merk atau tipe, jenis atau model, tahun pembuatan, tahun perakitan, isi silinder, warna, nomor rangka atau NIK kendaraan bermotor, nomor mesin, nomor BPKB, warna TNKB, bahan bakar, dan kode lokasi
Nomor polisi dan masa berlaku yang tertera dalam STNK kemudian dicetak pada plat nomor untuk dipasang pada kendaraan bermotor bersangkutan. Masa berlaku STNK adalah 5 tahun, dan setiap perpanjangan STNK, kendaraan diharuskan untuk cek fisik, yakni pengecekan nomor rangka dan nomor mesin kendaraan yang dikeluarkan Satuan Lalu Lintas Polri.

Istilah terkait Surat Tanda Nomor Kendaraan / STNK :

  1. BBN KB (Bea Balik Nama kendaraan bermotor) : Besarnya 10% dari harga motor (off the road)/harga faktur untuk motor baru, dan motor bekas(second) sebesar 2/3 pajak (PKB) nya.
  2. PKB (Pajak kendaraan bermotor) : Besarnya 1,5% dari nilai jual motor dan bersifat menurun tiap tahun, karena penyusutan nilai jual motor.
  3. SWDKLLJ (Sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan) : Sumbangan ini dikelola oleh jasa raharja.
  4. BIAYA ADM (Biaya administrasi) : Untuk motor baru tidak dikenakan dan apabila ganti plat nomor (5 tahun sekali) atau balik nama dikenai biaya ADM.
  5. Denda Pajak Kendaraan Bermotor : Apabila jatuh tempo masa berlaku STNK belum melakukan perpanjangan maka akan dikenai denda PKB dan denda SWDKLLJ.

 Penghitungan Denda Pajak Kendaraan Bermotor

Besarnya denda pajak kendaraan bermotor adalah 25% dari nilai Pajak, untuk setiap tahunnya
Terlambat 1 bulan = PKB (Pajak kendaraan bermotor) x 25% x 1/12
Terlambat 2 bulan = PKB (Pajak kendaraan bermotor) x 25% x 2/12
Terlambat 8 bulan = PKB (Pajak kendaraan bermotor) x 25% x 8/12
Terlambat 1 Tahun = PKB (Pajak kendaraan bermotor) x 25% x 12/12
Denda SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan) besarnya adalah Rp 32.000 untuk kendaraan roda 2 dan sebesar  Rp 100.000 untuk kendaraan roda 4.

Contoh Perhitungan Denda Pajak Kendaraan Bermotor

Budi memiliki sepeda motor dan terlambat membayar pajaknya selama 7 bulan. Jumlah PKB (Pajak kendaraan bermotor) yang tertera pada STNK adalah Rp 300.000 dan SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan) sebesar Rp 30.000, maka atas keterlambatan tersebut Budi dikenakan sanksi / denda sebesar :

(Rp 300.000 x 25% x 6/12 ) + (Rp 32.000) = Rp 67.500

Sehingga jumlah keseluruhan yang harus dibayarkan pada saat perpanjangan STNK adalah sebesar :

Rp 300.000 + Rp 30.000 + Rp 67.500 = Rp 397.500

1 Response to "STNK Surat Tanda Nomor Kendaraan"

  1. Kok belum pernah ada yg menjelaskan jangka waktu penyelesaian permohonan pwndaftaran tanda nomor kendr bermotor ya. Brp lama?

    ReplyDelete